Roy Shakti Pakar Kartu Kredit

Roy Shakti Pakar Kartu Kredit no 1 di Indonesia, penulis buku best seller Credit Card Revolution

Temu Nasional Credit Card Revolution

Credit Card Revolution adalah komunitas terbesar pengguna kartu kredit di Indonesia, yang di dirikan oleh Roy Shakti pakar Kartu Kredit

Penghargaan ISMBEA 2013

Roy Shakti menjadi salah satu penerima penghargaan di acara ISMBEA 2013

Seminar dan Workshop Kaya Modal Kartu Kredit

Ingin tahu bagaimana cara memanfaatkan kartu kredit sebagai mesin uang Anda? Segera Ikuti seminar dan workshop "Kaya Modal Kartu Kredit" info jadwal lihat di website ini.

Credit Card Revolution

Begabunglah dengan komunitas pengguna kartu kredit terbesar di Indonesia

Senin, 30 April 2012

Jadwal Seminar dan Workshop Kartu Kredit bulan Mei 2012

Credit Card revolution bisa diartikan dengan istilah Revolusi Kartu Kredit yang bertajuk " Kaya Modal Kartu Kredit ". Berikut jadwal seminar  Revolusi Kartu Kredit (CCR) bulan Mei 2012.
Hari, TanggalKegiatanKeterangan & Contact Person
Kam 3 Mei 2012Seminar CCR Palembanginfo hub 0856 2500 544
Jum 4 Mei 2012Workshop CCR Palembangiinfo hub 0856 2500 544
Sab 5 Mei 2012Seminar CCR Jambiinfo hub 0856 2500 544
Min 6 Mei 2012Workshop CCR Jambiinfo hub 0856 2500 544
Jum 11 Mei 2012Seminar CCR Banjarmasininfo hub 0856 2500 544
Sab 12 Mei 2012Workshop CCR Banjarmasininfo hub 0856 2500 544
Sen 14 Mei 2012Seminar CCR Malanginfo hub 085 733 667788
Sel 15 Mei 2012Seminar CCR Paluinfo hub 0852 5566 3899
Rab 16 Mei 2012Workshop CCr Paluinfo hub 0852 5566 3899
Kam 17 Mei 2012Seminar CCR Makasarinfo hub 087 854 2727 29
Jum 18 Mei 2012Seminar CCR Kendariinfo hub -
Sab 19 Mei 2012workshop CCR Kendariinfo hub -
Min 20 Mei 2012Workshop CCR Makasarinfo hub 087 854 2727 29
Kam 24 Mei 2012Workshop CCR Malanginfo hub 085 733 667788
Sab 26 Mei 2012Seminar CCR Kediriinfo hub 0813 5935 5353
Min 27 Mei 2012Workshop CCR Kediriinfo hub 0813 5935 5353
Sen 28 Mar 2012Seminar CCR Bitunginfo hub -
Sel 29 Mar 2012Seminar CCR Manadoinfo hub -
Rab 30 Mar 2012Workshop CCR Bitunginfo hub -
Kam 31 Mei 2012Workshop CCR Manado info hub -


Seminar Credit Card Revolution telah di hadiri lebih dari 20.000 0rang.

Senin, 16 April 2012

Konsultasi Tanya Jawab Masalah Kartu Kredit

Begitu banyak sekali email yang masuk yang tanya masalah tentang kartu kredit, berikut adalah hasil tanya jawab Pakar Kartu Kredit dengan alumni CCR.

Saya andri dari ciamis jawabarat,pembaca setia buku anda Credit Card Revolution,saya punya masalah dengan kartu kredit,saya telah salah menggunakan Kartu kredit akhirnya sekarang saya sering terlambat bayar ,KK saya ada 4 semuanya sudah full dipake semua,apabila berkenan mohon dengan sangat solusinya.
iya saya pernah baca kalo anda menyediakan gestun dan pelunasan gmna caranya ya kalo saya posisinya di ciamis,demikian mohon bantuannya terimakasih sebelumnya
Jawab:
Terimakasih dengan saudara andri dari ciamis, masalah anda ini adalah masalah yang paling banyak terjadi di Indonesia, dan ini sebenarnya bukan salah anda.
Anggap saja memakai kartu krdit ibarat menyetir mobil. apa jadinya kalau anda tidak pernah nyetir mobil tiba tiba di serahin kunci mobil untuk di pakai, pasti yang terjadi kecelakaan . sama juga di KK saya yakin pihak bank tidak pernah memberikan edukasi  dalam pengelolahan KK, yang akhirnya anda terjerumus dalam hutang.
Saran saya fokus lah dalam bisnis anda, bukan dalam hutang, untuk  menahan sementara tagihan, bisa anda gunakan sistim cicilan, atau pun system pelunasan / dana talangan. System dana talangan padea intinya kita di bantu pihak ke tiga untuk di talangi tagihan kita dahulu, kemudian kartu kredit kita di gesek lagi, yang intinya kita hanya bayar bunga dari limit yang terpakai .
Untuk Lokasi Gestun di Ciamis saya kurang mengerti, anda bisa cek di google, atau biasa ada di iklan Koran – Koran local

From diana_greendy@yahoo.co.id

Pak roy, saya sangat bersemangat membaca buku Credit Card Revolution yang bapak tulis,
saya ingin mencoba untuk menjadi pengusaha, tetapi saya hanya lah karyawan yang bergaji 1,2jt tiap bulannya, saya selama ini memiliki bisnis pulsa dan ingin mengembangkannya.  pertanyaan saya, kira2 bank akan memberi saya kartu kredit dgn gaji saya itu?
Jawab
Sungguh besar semangat anda untuk menjadi pengusaha, ini adalah modal utama dalam kesuksesan karier anda.
Sebagai karyawan pun anda masih bisa aplikasi kartu kredit, caranya adalah dengan  melampirkan Fotocopy KTP dan Slip Gaji. Saran saya aplikasilah di beberapa bank. Selama data yang anda lampirkan I sesuai dengan keterangan yang di berikan waktu interview dari analis bank, maka tidak mustahil anda dapat  memperoleh kartu kredit .
Untuk Lebih lanjut apabila anda ingin di bombing oleh saya sendiri maka anda bisa ikuti pelatihan Credit Card Revolution

From
Aju cni Cirebon

bagai mana kalo uang kartu kredit di belikan tanah lalu di banggunkan rumah apakah bisa masuk katagori investasi .terimakasih dari aju cirebon
jawab

Bisa, akan tetapi banyak factor yang harus di pertimbangkan seperti, jangka waktu pembangunan, potensi laku nya rumah itu, pengalaman anda dalam dunia property, dan pengalaman anda dalam penggunaan kartu kredit

Apabila tidak berpengalaman dalam bidang itu maka saran saya jangan, itu namanya bukan berinvestasi tetapi berjudi. Plus di perlukan limit kartu kredit yang besar untuk pembangunan  rumah itu. Semakin lama rumah di bangun, semakin lama rumah itu belum laku, maka anda akan semakin tercekik hutang KK

Akan tetapi kalau anda sudah menyedari resikonya dan siap , maka itu semua terserah anda.
Langitbiru097@gmail.com
Dear Mas Roy Shakti….

Seneng banget Saya bisa ikut di acara CCR 24 Maret kemaren…,penyampaian Mas Roy sangat menghibur, disamping materi nya juga bagus…Saya jadi merasa tercerah kan, setidak nya optimis, jika suatu hari ingin mencoba berbisnis walau sekalipun tidak punya modal :-) , pengen sih ikut kelas lanjutan nya, cuma karena satu dan lain hal , jadi nya ya harus puas hanya dengan membaca buku nya saja…

oya saya juga mau nanya nih, jadi begini, sejak 2008 saya tercatat sebagai pemegang BNI kartu kredit, dan selama ini pemakaian saya stabil di 40-60%, then saya juga sering melakukan cicilan tetap dg bunga 1 %, bahkan 0%, tapi koq aneh nya sampai sekarang nggak naik2 ya limit nya? dan saya juga punya ANZ, kalo itu sih automatic naik, meski tdk terlalu banyak, pernah kepikir mau nutup salah satu ,habis nya dg punya kartu kredit jadi punya utang terus, tapi sejak ikut CCR jadi punya pikiran lain hehe….

oya nama Saya Cici…, dan salam hangat untuk Anda dan keluarga Anda…semoga sukses selalu…

:: chie::

Jawab
Terimakasih Ibu Chie atas pertanyaanya dan kehadiran anda dalam pelatihan Credit Card Revolution. Berdasarkan informasi  yang ibu berikan maka bisa saya simpulkan bahwa ibu pernah bermasala dengan BNI walaupun  mungkin sudah selesai, masalah itu bisa jadi pernah telat pembayaran ataupun yang lain
Dalam penggunaan kartu kredit Bank tidak hanya melihat penggunaan kita saja, akan tetapi juga track record kita di bank tersebut selama kita berhubungan dengan bank tersebut. Apabila kita pernah wan prestasi maka bank tersebut akan me nyetempel I kita dengan predikat nasabah yang tidak berpotensi. Apabila sudah bengitu maka akan susah naik limit walau pemakaian ideal. Hal ini terbukti bila di bank lain seperti ANZ anda naik limit, artinya ini bukan masalah di diri anda tetapi masalah di bank yang bersangkutan.
Saran saya berhati hatilah dalam berhubungan dengan Bank, Nama baik anda harus di jaga. Sekalia kita pernah cacat dengan nama baik maka akan susah untuk memulihkanya seperti sedia kala.

Mengetahui Cara Kerja Kartu Kredit

Anda ingin mengetahui cara kerja kartu kredit? berikut adalah artikel yang membahas tentang cara kerja kartu kredit anda.



Sebagai sebuah alat pembayaran, penggunaan kartu kredit sudahlah sangat umum di masyarakat. Namun sebenarnya bagaimanakah cara kerja kartu kredit, apa untungnya menggunakan kartu kredit, dan bagaimana menyiasatinya agar kita bisa memanfaatkan kartu kredit dengan maksimal namun tidak terjebak dalam jeratan hutang yang tiada akhir didalamnya.

Kartu kredit adalah jenis pinjaman yang paling sering diajukan dan digunakan orang. Kartu kredit adalah salah satu sarana dalam mengelola keuangan yang memberi Anda kemudahan jika dikelola dengan baik. Ketahui dan pahami syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika Anda sudah tahu cara kerjanya, niscaya Anda dapat mengontrol keuangan dengan baik.

Pakar Kartu Kredit Roy Shakti telah mengemas seluruh ilmunya di dalam buku karangannya. yang berjudul Raja bisnis Modal Kartu kredit Credit Card Revolution Book. Buku ini sudah dijual diberbagai toko buku dan menjadi Best Seller. Jika anda ingin pesan secara langsung. bisa SMS ke 085-646-750-558.

Rabu, 28 Maret 2012

Jadwal Seminar dan Workshop Kartu Kredit Bulan April 2012

Credit Card revolution bisa diartikan dengan istilah Revolusi Kartu Kredit. Berikut jadwal seminar  Revolusi Kartu Kredit(CCR) bulan April 2012.
Hari, TanggalKegiatanKeterangan & Contact Person
Min 1 Apr 2012Workshop CCR Jakartainfo hub 0857 147147 44
Sab 14 Apr 2012Seminar CCR Madiuninfo hub 08123 4444 07
Min 15 Apr 2012Workshop CCR Madiuninfo hub 08123 4444 07
Kam 19 Mar 2012Seminar CCR Bataminfo hub 087 854 2727 29
Jum 20 Mar 2012Seminar CCR Medaninfo hub 087 854 2727 29
Sab 21 Mar 2012Workshop CCR Medaninfo hub 087 854 2727 29
Min 22 Mar 2012Workshop CCR Bataminfo hub 087 854 2727 29




Jumat, 09 Maret 2012

Tutorial Gesek Tunai Kartu Kredit oleh Roy Shakti

Baru-baru ini Pakar Kartu Kredit Roy Shakti membuat tutorial bagaimana melakukan Gesek Tunai Kartu Kredit dengan menggunakan mesin EDC.


semoga bermanfaat bagi Anda sekalian.

Rabu, 07 Maret 2012

Jadwal Seminar dan Workshop Bulan Maret 2012

Credit Card revolution bisa diartikan dengan istilah Revolusi Kartu Kredit. Berikut jadwal seminar  Revolusi Kartu Kredit (CCR) bulan Maret 2012.

Hari, Tanggal Kegiatan Keterangan & Contact Person
Kam 1 Mar 2012 Seminar CCR Balikpapan info hub 0856 2500 544
Jum 2 Mar 2012 Seminar CCR Samarinda iinfo hub 0856 2500 544
Sab 3 Mar 2012 Workshop CCR Samarinda info hub 0856 2500 544
Min 4 Mar 2012 Workshop CCR Balikpapan info hub 0856 2500 544
Kam 8 Mar 2012 Seminar CCR Denpasar info hub 0812 3940 3333
Jum 9 Mar 2012 Seminar CCR Lombok info hub 0812 3940 3333
Sab 10 Mar 2012 Workshop CCR Lombok info hub 0812 3940 3333
Min 11 Mar 2012 Workshop CCR Denpasar info hub 0812 3940 3333
Kam 15 Mar 2012 Seminar CCr Tegal info hub 085 642 648 787
Jum 16 Mar 2012 Workshop CCR Tegal info hub 085 642 648 787
Sab 17 Mar 2012 Seminar CCR Cirebon info hub 085 714 714 744
Min 18 Mar 2012 workshop CCR Cirebon info hub 085 714 714 744
Rab 21 Mar 2012 Seminar CCR Bandung info hub 0856 2500 544
Kam 22 Mar 2012 Seminar CCR Jakarta info hub 0857 147147 44
Jum 23 Mar 2012 Seminar CCR Cilegon  info hub 0856 2500 544
Sab 24 Mar 2012 Seminar CCR Bekasi info hub 08558 414 878
Min 25 Mar 2012 Workshop CCR Bekasi info hub 08558 414 878
Jum 30 Mar 2012 Seminar CCR Bandung info hub 0856 2500 544
Sab 31 Mar 2012 Workshop CCR Cilegon info hub 0856 2500 544



Seminar Credit Card Revolution telah di hadiri lebih dari 20.000 0rang.

Rabu, 04 Januari 2012

Tiga Langkah Sukses Lunasi Kartu Kredit

Pada saat ini, kartu kredit sudah menjadi alat pembayaran yang cukup sering digunakan di masyarakat. Namun demikian, banyak diantara pengguna kartu kredit yang terjebak dalam pemakaiannya. Sebetulnya, tak ada masalah dengan kartu kredit itu sendiri. Yang jadi masalah disini adalah kalau pemakaian kartu kredit itu tidak sesuai dengan apa yang sudah disarankan, bahkan oleh penerbit kartu
kredit itu sendiri.
Sekarang, apakah Anda adalah satu dari sekian orang yang punya masalah dengan pemakaian kartu kredit? Untuk mengetahuinya, lihat apakah salah satu kondisi dibawah ini mirip dengan keadaan Anda sekarang:


  • Saldo hutang kartu kredit Anda sudah mendekati batas.

  • Anda selalu membayar tagihan kartu kredit Anda dari uang yang seharusnya digunakan untuk tujuan lain.

  • Anda suka terlambat membayar tagihan.

  • Anda ditelepon oleh bank penerbit untuk segera membayar tagihan, atau Anda didatangi oleh seorang yang ramah yang berprofesi sebagai debt collector.

  • Anda menunda kunjungan ke dokter, menunda pembelian pulsa isi ulang, menunda ini dan itu, semua hanya karena anggaran keuangan Anda sangat ketat.

  • Bila Anda di-PHK atau kehilangan penghasilan, maka Anda tidak akan bisa melunasi tagihan kartu kredit Anda. Jika salah satu dari kondisi diatas mirip dengan apa yang Anda alami sekarang, maka bisa jadi keuangan Anda sedang mengalami masalah yang sangat serius. Karena itu, saya akan memberikan tiga langkah agar Anda bisa keluar dari hutang-hutang kartu kredit itu.


    LANGKAH 1 : BAYAR, BAYAR, BAYAR Suatu hari di bulan Januari lalu, seorang ibu muda bernama Tuti, 29 tahun, datang ke tempat saya dengan membawa persoalannya. Sebagian besar yang ingin ia bicarakan adalah masalah pengelolaan anggarannya, yaitu bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluarannya (ibu muda ini punya penghasilan tidak sampai Rp 2 juta). Setelah itu, pembicaraan kami juga menyinggung mengenai masalah kartu kreditnya. Ia punya tiga kartu kredit, yang masing-masing memiliki saldo hutangnya sendiri-sendiri. Setiap bulan, ia biasa membayar minimum untuk masing-masing tagihannya. Pada saat ini saldo hutangnya sebesar hampir Rp 1,5 juta.
    "Apakah pada saat ini Anda punya uang untuk membayar semua itu?"
    "Maksud Anda, bayar lunas, begitu?" tanyanya.
    "Betul, bayar lunas."
    Tuti ragu sebentar. "Yah, ada, sih.", katanya.
    "Tapi?" tanya saya.
    "Tapi itu."
    "Tapi apa?" tanya saya.
    "Tapi nggak seberapa."
    "Oh, ya?" kata saya sambil melihat lagi ke jumlah tagihannya. "Berapa uang tunai yang Anda miliki sekarang?"
    "Sekitar Rp 1 juta. Itu juga untuk persediaan dana cadangan."
    Saya berpikir, kalau dia membayar tagihan kartu kreditnya dengan uang yang ada sekarang, maka ia tidak akan punya sisa untuk persediaan dana cadangannya. Dana cadangan sebesar Rp 1 juta saja tidak cukup besar, apalagi kalau uang itu masih dipakai untuk membayar tagihan kartu kredit.
    "Begini saja" kata saya. Saya lalu mengambil sebuah kertas, dan membuat empat kolom. Pada kolom pertama, saya memintanya menulis nama dari masing-masing bank penerbit kartu kreditnya. Pada kolom kedua, saya minta ia untuk menulis jumlah yang masih menjadi hutangnya pada setiap kartu. Pada kolom ketiga, saya minta ia menulis berapa suku bunga yang dibebankan oleh masing-masing bank penerbit. Di kolom keempat, saya memintanya menulis berapa pembayaran minimal yang harus ia bayar pada setiap tagihan. Dibawah ini adalah hasilnya:
    Bank Penerbit --- Saldo Hutang --- Suku Bunga --- Jumlah Pembayaran Minimal
    Bank A --------------- 529.100 --------------- 2,75% --------------- 52.910
    Bank B --------------- 717.513 --------------- 2,50% --------------- 71.752
    Bank C --------------- 203.000 --------------- 3,10% --------------- 50.000
    Jumlah ------------ 1.449.613 -------------------------------------- 174.662
    Pertama-tama, Anda bilang bahwa Anda tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan ini secara lunas. Betul?"
    "Betul."
    "Kalau begitu, kita akan mencicil saja," kata saya. "Berapa penghasilan Anda setiap bulan?"
    "Rp 1,8 juta per bulan."
    "Oke. Apa yang harus Anda lakukan sekarang adalah dengan menyisihkan jumlah uang tertentu setiap bulan, untuk digunakan membayar Tagihan Kartu Anda. Tentunya, jumlah itu harus lebih besar daripada jumlah yang harus Anda bayar untuk pembayaran minimum Anda."
    "Minimum saya Rp 175 ribu."
    "Kalau begitu, Anda harus menyisihkan jumlah yang lebih besar dari pembayaran minimum Anda. Ini supaya hutang Anda bisa cepat habis, sehingga Anda tidak akan terus menerus terkena bunga. Bukan begitu?"
    Tuti mengangguk. Disini ia setuju dengan saya.
    "Berapa yang harus saya sisihkan setiap bulan?" tanyanya.
    "Terserah Anda," kata saya. "Dua ratus, tiga ratus, makin besar makin baik. Tapi saran saya, coba saja Anda sisihkan sebesar 30 persen dari penghasilan Anda."
    Tuti berpikir sebentar. "Penghasilan saya sekitar Rp 1,8 juta sebulan."
    Saya menghitung di kalkulator. "Tigapuluh persennya berarti Rp 540 ribu per bulan"
    "Hah!!???" Tuti melongo.
    "Besar sekali. Masak sebesar itu yang harus saya sisihkan untuk membayar hutang?"
    "Anda mau cepat habis tidak hutangnya? Kalau hutang itu tidak cepat habis, Anda akan terus kena bunga. Kuncinya disini adalah bahwa hutang Anda harus dibuat makin kecil dan makin kecil."
    Tuti berpikir sebentar. "Okelah"
    "Terus bagaimana pembagiannya?" kata Tuti lagi. "Apa saya harus bagi uang Rp 540 ribu untuk membayar semua kartu secara sama besar?"
    "Tidak, Bu Tuti. Begini. " kata saya. "Pertama-tama, bayar semua kartu Anda secara minimal."
    Tuti melihat lagi ke kertasnya. "Itu berarti, total adalah Rp 174.662."
    "Betul. Sekarang berapa sisanya? Rp 540.000 dikurang 174.662?"
    Tuti menghitung di kalkulatornya. "Rp 365.338"
    "Oke gunakan sisa uang Rp 365.338 itu untuk digunakan membayar kartu yang suku bunganya paling besar."
    "Lho bukan yang saldo hutangnya paling besar?"
    "Bukan, Bu Tuti. Yang suku bunganya paling besar."
    Tuti menoleh ke kertasnya. Kartu yang suku bunganya paling besar adalah yang di Bank C. Bunganya 3,10 persen per bulan.
    "Kebanyakan orang mengira bahwa prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang saldo hutangnya paling besar. Sebetulnya tidak, prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang men-charge suku bunga yang paling besar. Ini karena suku bunga adalah biaya yang harus Anda bayar. Jadi, wajar kalau Anda membayar kartu yang suku bunganya paling besar terlebih dahulu." Kata saya.
    Tuti berpikir sebentar.
    "Tapi kartu saya yang C ini saldo hutangnya adalah Rp 203.000. Padahal jatah sisa uangnya tadi Rp 365 ribu"
    "Masih ada sisa berarti," kata saya.
    "Dikemanain, nih, sisanya?" tanyanya.
    "Untuk membayar kartu yang membebankan suku bunga besar berikutnya," kata saya.
    Demikian pembaca. Tuti akhirnya bisa menghabiskan hutang kartu kreditnya dalam waktu empat bulan. Sebagai alternatif, bila Tuti ingin membayar kartu kreditnya secara penuh, ia juga bisa mencari aset lain yang ia miliki untuk bisa dijual, dan uangnya bisa digunakan untuk membayar hutang-hutangnya.
    Jadi pembaca, bayar tagihan kartu Anda secara lunas. Kalau Anda tidak punya uang, cari aset apa yang bisa Anda jual untuk membayar tagihan itu. Ini karena tagihan Anda akan berbunga, dan bunga itu akan berbunga lagi. Begitu seterusnya. Semua aset yang Anda miliki harus digunakan untuk meringankan - bahkan menghapus - hutang Anda. Bila Anda tidak bisa membayar tagihan Anda secara lunas, maka anggarkan sekitar 30 persen dari penghasilan Anda setiap bulan, dan gunakan itu untuk membayar tagihan kartu kredit Anda secara minimal, dan gunakan sisanya untuk membayar kartu yang suku bunganya paling besar.


    LANGKAH 2 : GALI LUBANG TUTUP LUBANG
    Bayar tagihan Anda dengan mengambil hutang baru. Ini populer dengan sebutan "gali lubang tutup lubang." "Wah, Pak Safir nggak bener nih," begitu mungkin pikir Anda. "Masak saya harus nutup utang dengan berhutang lagi pada yang lain," begitu pikir Anda lagi.
    Saya ingatkan disini bahwa tujuan strategi "gali lubang tutup lubang" adalah untuk meringankan beban hutang Anda. Strategi ini tidak akan membuat saldo hutang Anda berkurang, tapi meringankan beban bunga yang harus Anda bayar. Jadi, strategi ini bisa digunakan tidak hanya dalam membayar hutang kartu kredit, tetapi juga dalam hutang-hutang Anda yang lain. Strategi "gali lubang tutup lubang" akan efektif asalkan ada dua syarat yang terpenuhi:
    1. Jumlah pinjaman Anda yang baru TIDAK LEBIH dari saldo pinjaman Anda yang lama.
    2. Suku bunga dari pinjaman Anda yang baru HARUS LEBIH KECIL daripada suku bunga pinjaman yang saat ini sedang Anda bayar.
    Lihat, gali lubang tutup lubang tidak selalu jelek, kan? Dengan memenuhi kedua syarat tersebut diatas, maka Anda bisa meringankan beban hutang Anda. Begitu juga dalam pemakaian kartu kredit. Bagaimana prakteknya dalam pembayaran kartu kredit Anda? Kalau Anda punya saldo hutang kartu kredit, maka pada saat ini ada beberapa bank yang menawarkan jasa pemindahan saldo hutang dengan suku bunga yang lebih kecil. Dimana disini Anda bisa memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda kepada bank tersdbut, dan untuk selanjutnya Anda cukup membayar tagihan itu dengan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga pada kartu kredit Anda. Jadi, keuntungannya disini Anda akan mendapatkan 'pemotongan' suku bunga. Lumayan, kan?
    Tapi harus diingat bahwa strategi ini adalah cuma solusi sementara, dimana tujuan Anda adalah untuk meringankan beban hutang kartu Anda. Biar bagaimanapun, Anda tetap perlu membayar tagihan hutang Anda. Dan perlu diperhatikan juga, supaya jangan langsung percaya dengan suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank-bank tersebut. Perhatikan dan baca baik-baik penawaran yang diberikan oleh bank tersebut, sebelum Anda mengambil keputusan untuk memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda.


    LANGKAH 3 : BAYAR SETIAP TAGIHAN DENGAN LUNAS, DAN ATUR PEMAKAIAN ANDA
    Disiplinkan diri Anda. Pada saat tagihan datang, dan Anda memang memiliki uangnya, bayar saja tagihan Anda secara lunas. Jangan biasakan tidak membayar tagihan Anda secara lunas. Bila Anda tidak membayar tagihan kartu Anda secara lunas, maka bunganya bisa 'membunuh' Anda pelan-pelan.
    Ingat, kartu kredit cuma sebuah cara untuk meminjam uang bank selama sekitar 25-30 hari. Setelah itu Anda tetap harus membayar secara tunai. Bila Anda bisa membayar tagihannya secara lunas, bagus. Tapi bila tidak, maka akan lebih baik bila Anda menghentikan dulu pemakaian kartu Anda.
    Tambahan lagi, kalau memang tidak kepepet sekali, jangan gunting kartu Anda. Ingat, ada suatu saat dalam kehidupan Anda dimana Anda berada dalam keadaan darurat, dan tidak punya uang tunai untuk membayar suatu transaksi. Mungkin malam-malam Anda perlu pergi ke ruang Gawat Darurat di RS. Disini kartu kredit Anda bisa berguna kalau Anda tidak membawa cukup uang tunai.

    sumber : Tabloid NOVA No. 680/XIV

  •