Roy Shakti Pakar Kartu Kredit

Roy Shakti Pakar Kartu Kredit no 1 di Indonesia, penulis buku best seller Credit Card Revolution

Temu Nasional Credit Card Revolution

Credit Card Revolution adalah komunitas terbesar pengguna kartu kredit di Indonesia, yang di dirikan oleh Roy Shakti pakar Kartu Kredit

Penghargaan ISMBEA 2013

Roy Shakti menjadi salah satu penerima penghargaan di acara ISMBEA 2013

Seminar dan Workshop Kaya Modal Kartu Kredit

Ingin tahu bagaimana cara memanfaatkan kartu kredit sebagai mesin uang Anda? Segera Ikuti seminar dan workshop "Kaya Modal Kartu Kredit" info jadwal lihat di website ini.

Credit Card Revolution

Begabunglah dengan komunitas pengguna kartu kredit terbesar di Indonesia

Senin, 28 September 2015

Poin yang perlu anda pertimbangkan saat mengambil cicilan kartu kredit



Tidak salah jika kita menyebut kartu kredit sebagai kartu ajaib. Bagaimana tidak, hanya dengan menggeseknya Anda bisa mendapatkan barang yang Anda inginkan. Tidak hanya itu, barang tersebut bisa Anda dapat dengan metode cicilan. Yup, kartu kredit memang menawarkan fasilitas cicilan untulk penggunanya. Akan tetapi, sebelum menggunakan fasilitas ini, ada baiknya Anda mengetahui hal-hal apa saja yang harus dipertimbangkan. Nah, berikut adalah beberapa poin yang perlu anda pertimbangkan saat mengambil cicilan kartu kredit.

Cicilan kartu kredit bunga 0%, cicilan kartu kredit 0%
Ada beberapa poin yang perlu Anda pertimbangkan saat mengambil cicilan kartu kredit
Poin yang perlu anda pertimbangkan saat mengambil cicilan kartu kredit adalah apakah barang yang hendak Anda beli itu memang diperlukan. Banyak pengguna kartu kredit yang sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan itu sesuatu yang memang harus Anda penuhi, kalau tidak bisa menimbulkan masalah. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang Anda inginkan, tapi jika tidak Anda penuhi saat ini tidak menimbulkan masalah. Jika barang yang Anda beli memang benar-benar anda butuhkan, maka silahkan Anda membelinya.

Senin, 21 September 2015

Modus pencurian data kartu kredit yang perlu Anda waspadai

Kartu kredit memang sekarang sudah menjadi tren di kalangan masayarakat Indonesia. Tidak hanya membantu saat bertransaksi, namun kartu plastik ini dianggap bisa menaikkan prestise sang pemilik. Semakin banyaknya pengguna kartu kredit rupanya membuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab tergiur untuk memanfaatkannya. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya intensitas kejahatan kartu kredit dari tahun ke tahun. Cara yang dilakukan para penjahat ini pun bermacam-macam. Nah, kali ini kita akan membahas beberapa modus pencurian data kartu kredit yang sering dilakukan. Apa saja itu?

Kejahatan kartu kredit, Cara mencuri data kartu kredit
Penjahat akan menggunakan banya modus pencurian data kartu kredit untuk bisa menjerat korbannya

Modus pencurian data kartu kredit adalah melalui telepon. Yang paling sering dilakukan oleh si penjahat adalah dengan berpura-pura menjadi petugas bank penerbit kartu kredit Anda. Mereka bisa saja menelpon karena ingin menawarkan kenaikan limit, kartu Anda mengalami masalah, atau pergantian kartu. Ketika Anda percaya, maka mereka akan mulai menanyakan data kartu kredit Anda, mulai yang umum (nama lengkap, tanggal lahir, alamat) hingga data yang rahasia (PIN, password, nomer CVC, dll). Jika Anda mengalami hal ini, ada baiknya Anda segera menutup telpon tersebut. Segera kroscek dengan menelpon customer service bank penerbit kartu Anda untuk menanyakan kebenaran informasi telepon tersebut.

Selasa, 15 September 2015

OJK himbau bank waspada peningkatan kejahatan kartu kredit

Tahun lalu tingkat penyalagunaan sistem transaksi perbankan secara elektronik (electronic banking) relatif tinggi dengan kerugian mencapai Rp. 37 milyar. Hal ini memaksa OJK untuk memberikan himbauan agar bank dan juga pengguna kartu kredit untuk lebih waspada. Hal ini untuk menghindari korban kejahatan kartu kredit.

Penipuan kartu kredit, penyalahgunaan kartu kredit
OJK meminta bank untuk lebih waspada serta meningkat perlindungan kepada nasabah agar terhindar dari kejahatan kartu kredit

Berdasarkan catatan OJK, statistik electronic banking dari tahun ke tahun semakin meningkat. Jika di tahun 2012 tercatat frekuensi transaksi mencapai 3,79 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp. 4,4 triliun, di tahun 2014, angka itu meningkat menjadi 5,69 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp. 6,44 triliun. Hal ini membuat kemungkinan terjadi penyalahgunaan transaksi elektronik semakin besar. Apalagi, menurut Irwan Lubis, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, kerugian paling banyak terjadi dari kasus kejahatan kartu kredit.

“Total kerugian (dari penyalahgunaan electronic banking) Rp 37 miliar sepanjang 2014 dari total Rp 6,44 trtiliun. 73 persen berasal dari kartu kredit, baik dari nilai dan frekuensi,” ujar Irwan saat ditemui di Jakarta.

Rabu, 09 September 2015

Kesalahan dalam menggunakan kartu kredit yang perlu dihindari

Jaman sekarang kita untuk dituntut untuk serba cepat, bahkan dalam urusan transaksi sekalipun. Tidak heran jika tren kartu kredit dari waktu ke waktu semakin naik. Kartu ajaib ini dianggap mampu memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Sayangnya, meski demikian, kadang tanpa sadar kita membuat kesalahan yang akhirnya justru membuat kita tidak bisa merasakan manfaat kartu kredit, tapi hanya menjadi budaknya saja. Nah, berikut adalah beberapa kesalahan dalam menggunakan kartu kredit yang perlu nasabah hindari.

Kesalahan penggunaan kartu kredit
Kesalahaan dalam menggunakan kartu kredit bisa berakibat fatal bagi penggunanya

Kesalahan dalam menggunakan kartu kredit yang utama yang sering membuat penggunanya terjebak dalam lingkaran hutang yang tidak kunjung habis adalah ketidakmampuan mengontrol penggunaan kartu miliknya. Kartu kredit memng bisa bikin orang lupa daratan, bagaimana tidak, cukup dengan gesek Anda bisa dapatkan apa yang Anda mau. Sayangnya, tidak sedikit pengguna yang tidak memperhitungkan pendapatan dan pengeluaran ketika bertransaksi. Alhasil, pengeluaran jadi lebih besar daripada pendapatannya. Sekali atau dua kali mungkin tidak menjadi masalah, jika terus berulang efeknya bisa sangat berbahaya.